Penyakit Cinta

June 12th, 2007 by crazy-man

Cinta itu gampang-gampang susah. Jatuh cintanya gampang, tapi mengungkapkannya yang susah. Bahkan, mau bilang I Love You aja susahnya bisa ngalah-ngalahin ujian masuk perguruan tinggi negeri. Pokonya mulut terasa kaku, lidah jadi kelu. Pokoknya ga kuku dech. Kalau udah negitu, maka dipendamlah cinta dalam kalbu, hanya Tuhan dan rumput yang bergoyang yang tau. Nah pernahkah kamu memendam cinta? Kalau pernah don’t wory, kamu bukan seorang psycho.

Hati-hati jangan suka memendam cinta, kalo ga penyakit-penyakit cinta siap mengancam. Berikut daftar penyakit cinta berbahaya :

1. HIV : Hanya Impian Velaka (Maksudnya sech belaka)

2. AIDS : Akibat Impian Dipendam Setahun

3. PMS : Pedihnya Menanti Sentuhanmu

4. SARS : Sakit Akibat Rasa Suka

5. TBC : Tekanan Bathin Cinta

6. SAKAW : Sakit Karena Engkaw

7. KOLERA : Kok Loe Ga Ngerasa Sich

8. FLU : Feeling Lonely, Uhhh…

9. Pusing : Ya minum obat donk!!!

Malam Pertama Anton

June 12th, 2007 by crazy-man

Hari ini adalah hari pernikahan Anton dengan Indah, dua sejoli dari satu dusun. Dua sejoli ini masih sama-sama “Hijau” dalam urusan sex sehingga pada malam pertama tidak diisi dengan “adegan-adegan” yahut, mereka hanya tidur bareng saja. Esoknya ayah Anton bertanya; “Gimana, Ton? Asyikkan malam pertamanya?!” Si Anton menjawab polos pertanyaan bapaknya; “Biasa aja kok pak! Kita hanya tiduran bareng biasa”

Ayah Anton heran lalu kemudian bertanya lagi pada Anton; ”Loh jadi kalian ga ”Gitu-gitu?” Anton pun kembali menjawab polos pertanyaan bapaknya; ”Gitu-gitu gimana toh pak?” Dengan bijaksana Ayah Anton menjelaskan; ”Gini loh Tole! Kalo malam dalam rumah tangga, kamu wajib berhubungan intim dengan istri kamu. Caranya ”Adek” kamu dimasukin ke ”Itu” nya istrimu!”

Mendapatkan penjelasan dari Ayahnya, Anton pun langsung mempraktekkan pada malam harinya. Esoknya Ayah Anton kembali bertanya; ”Gimana, asyikkan?!” Si Anton kembali menjawab polos; ”Asyik gimana, kan cuma dimasukin doank!” Ayah Anton heran, lalu kembali bertanya; ”Cuma dimasukin? Ga dikeluarin?!"

”Loh gimana toh, pak? Katanya dimasukin kok disuruh dikeluarin? Anton bertanya sambil kebingungan. Dengan bijaksana Ayah Anton memberi solusi; ”Gini aja, Tole! Nanti malam Bapak ada diluar deket kamar kamu, dan bapak akan bawa kenthongan. Nanti kalau kamu denger suara ”THUNG” itu tandanya dimasukin, kalau denger suara ”THUNG THUNG” berarti itu tandanya dikeluarin. Ok!

Malamnya Ayah Anton sudah bersiap di luar rumah dekat kamar Anton dan Indah dengan kentungannya. Si Anton pun udah bersiap diri. Pada saat yang tepat Ayah Anton membunyikan 1 kali kenthongan ”THUNG”. Mendapat tanda dari si Ayah, maka si Anton langsung memulai tugasnya untuk ”masuk”. Beberapa detik kemudian terdengar suara lagi ”THUNG THUNG” dan Anton pun langsung ”menariknya”, begitu untuk seterusnya hingga suara kenthongan menjadi lebih cepat dengan tempo sedang.

Antonpun mengikuti irama kenthongan dan akhirnya Anton dan Indah pun mendapatkan makna yang sesungguhnya tentang malam pertama. Tapi tanpa diduga datang segerombolan petugas ronda yang sama-sama membunyikan kenthongan dengan tempo cepat. Suara kenthongan itu bersatu dengan suara kenthongan Ayah Anton, sehingga tempo dari suara kenthongan menjadi secepat tempo lagunya Metalica, dan tempo inipun diikuti oleh Anton.

”THAK THUNG THUNG THUNG THAK THUNG THUNG THUNG THAK THUNG THUNG THUNG” begitu seterusnya hingga Anton pun menjadi bingung dan kemudian berteriak sambil berusaha menahan ngilu di ”adek”nya; ”Baaaaapaaaaakkkkkk…..!!!”

Burung Beo

June 12th, 2007 by crazy-man

Ada seorang wanita (ibu) pergi ke pasar burung, disana ia melihat seekor burung beo yang bisa menirukan suara manusia, dijual dengan harga murah sekali kira-kira Rp. 25.000. Si wanita tadi sangat kaget, dan menanyakan ke penjual burung tersebut :

Wanita : “Mas, ini burung beo kok harganya murah sekali?”

Penjual : “ Gini loh bu, burung beo ini pernah tinggal di rumah bordil (pelacuran) jadi kalau bicara suka yang jorok-jorok. Saya kesel, maka saya jual saja dengan harga murah”.

Si wanita pikir-pikir, akhirnya burung beo itu dibeli juga, karena murah. Lagi pula, namanya juga burung beo pelan-pelan nanti dilatih bicara yang baik-baik. Singkat kata, burung tersebut dibawa pulang dan di gantung diteras depan rumahnya. Si burung beo melihat sekeliling teras rumah dan si wanita tersebut, kemudian berkata :“Rumah bordil baru, germo baru…!”. Si wanita tersebut kaget sekali, tapi kemudian bisa maklum lagi pula lucu.

Agak siang dikit, anak perempuannya pulang sekolah (SMA) si burung melihat dan berkata : “Rumah bordil baru, germo baru, perek baru…!”. Si anak juga kaget sekali, tapi si wanita tersebut menjelaskan, akhirnya si anak bisa mengerti. Sore hari, suami wanita tersebut (namanya Paijo) pulang kerja, si burung melihatnya dan berkata : “Hai Paijo, ketemu lagi kita nich…!”

Aku Ikut!!!

June 12th, 2007 by crazy-man

Ada keluarga muda, baru punya anak satu berumur 5 tahun, dan anak itu bernama Yoga. Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah itu sempit, maka hanya terdapat 1 kamar yang disekat dengan papan. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja ketika bapak dan ibu mau “bobo” mesti kucing-kucingan, nungguin Yoga tidur dulu. Untuk memasikan bahwa Yoga udah tidur atau belum mereka mengetest dengan cara memanggil Yoga, kalau Yoga menyahut berarti belum tidur, tapi kalau diam berarti udah tidur dan udah aman.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood, terlihat Yoga sudah terlelap. Maka bapak mencoba mengetestnya;

Bapak : “Yoga…?”

Yoga : “Ya, pak…”

Wah ternyata Yoga belum tidur. Mereka terpakasa menunggu. Setelah setengah jam, gentian si Ibu mencoba mengetestnya.

Ibu : “Yoga…”

Yoga : “Ya, Bu…”

Merekapun terpaksa menunggu lagi. Setelah satu jam, merekapun mengetest lagi dan ternyata Yoga masih belum tidur juga. Berkali-kali ditest ternyata Yoga masih belum tidur juga, dan akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran dan Yoga betul-betul didatangi dan dimarahi. Yoga menangis dan bingung soalnya dia ga tahu masalahnya. Keesokan paginya disekolah, Yoga mengadu kepada gurunya bahwa semalam dia telah dimarah-marahi oleh orang tuanya.

Si guru pun bertanya tentang kejadiannya, kemudian Yoga menjelaskannya. Si Ibu guru rupanya menangkap permasalahannya apa, maka kemudian dia menasehati Yoga;

Guru : Yoga, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Yoga harus tidur, dan kalau orang tua memanggil, Yoga tidak usah menyahut, pura-pura aja ga mendengar”.

Malamnya Yoga mengikuti nasehat Ibu guru. Beberapa kali Yoga dipanggil ga menyahut, padahal Yoga mendengar panggilan tersebut karena memang belum tidur tapi daripada dimarahi lagi maka ia pun diam saja. Bapak-Ibu pun sepakat bahwa Yoga sudah tidur. Mereka pun memulai “Permainan Panasnya” setelah mematikan lampu. Yoga sebenarnya takut akan kegelapan tapi dia juga takut kalau dimarahi maka dia pun diam saja. Permainan makin berjalan seru, Heboh, dan menggairahkan. Sampai-sampai Yoga keheranan apa yang dilakukan oleh orang tuanya tapi dia tetap diam saja. Sampai akhirnya Ayah-Ibu Yoga telah mencapai puncak.

Bapak : “Aduh, Bu… aku mau keluar!!!” (Sambil meluapkan kenikmatannya)

Ibu : “Pak, aaaku juga mau keluarrr….!!!” (Teriak Ibu tak mau kalah)

Yoga yang sudah ketakutan akan kegelapan merasa akan ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya, kemudian dia pun langsung berteriak;

Yoga : ”Pak, Bu… Yoga ikut!!!”

Kepleset “Air”

June 12th, 2007 by crazy-man

Suatu ketika David dan Mita pergi ke mal untuk menghilang kan penat. Mungkin penat Mita telah pergi tapi tidak dengan David. Pemuda metropolitan ini malah justru tambah penat. Bagaimana tidak, disaat pacarnya Mita bermain-main, David malah diam saja duduk melihat para wanita yang melintas di depannya.

Akhirnya setelah selesai bermain di mal David dan Mita pulang kerumah. Saat perjalanan kerumah, David yang sedari tadi “On Fire” langsung meminta “Jatah” pada pacarnya, Mita. Tapi sangat disayangkan David ternyata Mita menolak ajakan David dengan alasan belum waktunya.

David pun menjadi tambah penat, ia jadi tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Mau “Main” dengan PSK takut nanti terkena penyakit menular. Akhirnya David memutuskan langsung kerumah untuk “bermain”. Setelah sampainya dirumah David langsung menuju tv 20 inci nya dan memutar sebuah pilm blue yang modelnya seorang wanita muda barat. Tak berapa lama David pun melanjutkan “bermain” di kamar mandi.

Setelah 15 menit berlalu David pun mengakhiri “permainan” nya, lalu ketika ia mau berdiri, ia terjatuh karena terpeleset “Hasil Bermain” nya. Lalu David pun berdiri kembali sambil berkata sendiri: “Sialan loe…!!! Belon jadi anak udah mau celakakan gue…!!!

WTS

June 12th, 2007 by crazy-man

Didalam angkot duduk seorang pelacur yang sexy dan bahenol, yang rupanya akan memulai praktek hariannya. Tak lama kemudian masuklah seorang pria yang tampangnya lumayan ganteng dan gagah yang memakai kacamata hitam, sayang ia ternyata seorang tuna netra alias kedua matanya buta.

Pria tersebut duduk persis didepan si wanita pelacur tadi. Dan rupanya si wanita pelacur itu tertarik dengan pria yang duduk di depannya, tetapi ia tidak tahu kalau pria itu buta. Mulailah si wanita itu pasang aksi untuk menarik perhatian lelaki di depannya. Mula-mula dibukanya kancing pakaian bagian atas sampai kelihatan bra dan belahan payudaranya yang besar kelihatan.

Tetapi dasar pria buta, tentunya ia tenang-tenang saja. Si wanita pelacur tak menyerah begitu saja. Diubahnya posisi duduknya, sehingga paha dan celana dalamnya kelihatan dengan jelas. Dan lagi-lagi pria yang duduk didepannya “Stay Cool”. Merasa usahanya kurang berani, wanita pelacur tadi meraih tangan pria didepannya, kemudian digosok-gosokkan ke kemaluan wanita pelacur tersebut hingga kemaluan wanita pelacur itu basah. Kemudian setelah tangan pria itu basah ditempelkannya ke hidung pria itu. Tiba-tiba si pria tuna netra itu kaget sambil berteriak : “Sopir… Bang sopir, udah nyampe pasar ikan ya… kiri…kiri… bang sopir”.

WTS: ???

Mau Apa !!!???

June 12th, 2007 by crazy-man

Alkisah ada seorang kaya raya sedang mengadakan pesta di rumahnya di kawasan Menteng. Kayanya orang ini ga kira-kira, duitnya banyak, rumahnya dimana-mana, banyak punya cewek simpanan, belum lagi kendaraan pribadi baik darat, udara atow laut. Pokoknya semuanya punya. Tapi orang nya agak aneh, kolam renangnya diisi banyak buaya. Saat itu ada pesta dirumahnya, dan ia berdiri diatas balkon supaya temen-temennya bisa ngeliat. Terus dia membuat sayembara “Orang yang berani berenang di kolam ini dari ujung ke ujung bakalan aku kasih semua duitku”.

Mendengar sayembara itu, temen-temennya pada diem. Si orang kaya itu memandang ke temen-temennya dan berkata “Ok, orang yang berani berenang di kolam renang ini dari ujung ke ujung akan aku kasih semua duit plus rumah ku”. Tetap ga da yang bereaksi. Lalu ia berkata lagi “Ok, kalau gitu semua duit, rumah, kendaraan, apa pun yang menjadi milikku akan aku kasih kepada orang yang berani berenang di kolam renang ini”.

BYUR!!! Orang-orang langsung berpaling ke arah kolam renang. Ternyata ada seseorang yang terjun. Buaya-buaya pada ngerubutin tapi dia berkelit kayak Tarzan yang sedang bermain dengan hewan. Dan akhirnya dia sampai juga keseberang. Si kaya turun dari balkon dan berlari menghampiri orang tersebut.

Kaya : “Gila kamu! Hebat bener, aku ga nyangka kalau ada yang berani melakukannya. Kamu mau uangnya?”

Orang Nekad : “Ga! Aku ga mau duit”

Kaya : “Kamu mau rumahku?”

Orang Nekad : “Ga! Aku ga mau rumah”

Kaya : “Kamu mau kendaraanku?”

Orang Nekad : “Ga! Aku ga mau kendaraan”

Kaya : “Lah terus kamu mau apa???”

Orang Nekad : “Aku mau tahu siapa bajingan yang dorong aku tadi!”

Pastor & Suster

June 12th, 2007 by crazy-man

Seorang pastor di gereja memanggil salah seorang suster untuk datang ke kamarnya;

Pastor : ”Suster, kemari saya ingin menunjukkan sesuatu pd anda”

Suster : ”Ya Romo, ada apa?”

Pastor : “Masuklah ke kamarku & tolong tutup semua tirai jendela”

Suster : “Apa…???!!!”
Pastor : “Saya bilang…”

Suster : “Ya, saya mendengar Romo, Cuma saya ga percaya apa yg Romo katakan”

Pastor : “Bener, saya minta anda masuk ke kamar saya”

Suster : “Baik, Romo.” (Ia pun masuk ke kamar Romo dg rasa was-was)

Pastor : “Duduklah ditempat tidur ini, disebelahku”

Suster : “Maaf Romo, saya harus keluar dari kamar ini”

Pastor : “Mengapa kamu ragu-ragu, ayolah duduk di sebelahku sini”

Suster : “Baik, Romo” (Dengan perasaan takut akhirnya dituruti keinginan pastor itu)

Pastor : “Ayolah mendekat sini, masuklah kedalam selimutku”

Suster : ”Apa, Romo???”

Pastor : ”Iya, masuklah kedalam selimut bersamaku”

Suster : ”Baik, Romo” (Dengan perasaan takut suster masuk kedalam selimut bersama pastor)

Pastor : “Ayolah mendekat sini”

Suster : “Baik, Romo” (Dengan gemetaran suster mendekat juga)

Pastor : “Lihatlah jam tangan G-SHOCK saya yang baru ini… bisa nyala loh”

Diluar Tanggung jawab

March 1st, 2007 by crazy-man

Nina, seorang gadis muda sedang senang-senangnya berpacaran. Suatu ketika Nina berkenalan dengan seorang pria yang ternyata bekerja di perusahaan percetakan di Kota lain. Singkat cerita merekapun berpacaran, dan karena kelewat batas Nina pun hamil. Nina menceritakan hal tersebut kepada orang tua nya, dan tentu saja orang tua Nina tidak terima dan menuntut si Pria bertanggung jawab.

Kemudian orang tua Nina menyuruh untuk mengirim surat yang perihalnya mengenai kehamilan itu, agar pria itu mau bertanggung jawab. Beberapa hari kemudian datang surat jawaban dari si pria yang berbunyi : “ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN…!!!”

Seperti “Bayi”

March 1st, 2007 by crazy-man

Sepasang kekasih yang hendak menikah sedang berkencan. Cewek berbisik pada kekasihnya; “Sekarang mungkin waktunya kita saling jujur agar kelak kita tidak kecewa”. Si cowok pun mengangguk. Lalu si cewek melanjutkan perkataannya; “Sesungguhnya dada saya rata, seperti papan… kalau kau tidak suka katakan saja. Kita bisa batalkan rencana pernikahan ini. Saya siap menghadapinya”. Si cowok pun menjawabnya dengan lemah lembut; “Itu tidak masalah. Bagiku seks bukanlah hal yang penting, tetapi cinta kasihlah yang penting”.

Si cewek pun lega mendengar penuturan cowoknya. Dan si cowok kembali berkata; “Saya juga perlu mengatakan sesuatu padamu”. Si cewek pun mengangguk tersenyum. “Sesungguhnya “Anu” saya seperti bayi…” kata cowok tersebut. Sebelum si cowok menyelesaikan kalimatnya si cewek menjawab; “Ssstt… sudahlah itu tidak soal. Bagiku seks bukanlah hal yang penting, tetapi cinta kasihlah yang penting”.

Si cowok pun lega mendengar perkataan calon istrinya tersebut. Kemudian saat malam pengantin tiba. Si cewek mulai membuka baju dan tampaklah dadanya yang memang… memang… benar-benar rata. Cowok hanya tersenyum melihatnya. Kemudian cowok mulai membuka celananya sehingga tampaklah “Anu”nya. Melihat hal itu si cewek menjerit dan pingsan. Setelah siuman si cewek bertanya; “Kau katakan punyamu seperti bayi…?”. Lalu si cowok menjawabnya dengan polos; “Yah memang punya saya seperti bayi, panjang 50cm dan berat 3kg”